Keanekaragaman hayati

Agrionoptera insignis | Grenadier (Rambur, 1842)

Panjang tubuhnya sekitar 37-41 mm untuk jantan dan 40 mm untuk betina. Sayap belakangnya dapat mencapai panjang 30 mm untuk jantan dan 33 mm untuk betina. Tubuhnya memiliki warna dasar berwarna hijau metalik dengan bercak kuning. Mata mereka berwarna cokelat dan kuning. Abdomen jantan berwarna merah dengan ujung hitam, sedangkan abdomen betina lebih berwarna cokelat Agrionoptera insignis | Grenadier (Rambur, 1842)

Neurothemis terminata | Capung Jala Lurus (Ris, 1911)

Morfologi Memiliki panjang total 42 mm dengan abdomen 27 mm dan sayap 31 mm. Seperti Neurothemis ramburii memiliki warna merah pada seluruh tubuhnya. Sayap trasnparan dengan ujung transparan sempit. Ciri khas dari Neurothemis terminata adalah pada sayap belakangnya memiliki batas lurus dan tidak melengkung. Untuk betina terdapat dua variasi, yaitu mirip jantan dengan warna cokelat Neurothemis terminata | Capung Jala Lurus (Ris, 1911)

Telicota ohara | Dark Palm Dart (Plötz, 1883)

Kupu-kupu ini salah satu spesies kupu-kupu dari keluarga Hesperiidae, memiliki warna dasar berwarna cokelat dengan pola bercak-bekas kecil berwarna hitam di seluruh permukaan sayap. Sayap bagian bawahnya memiliki bercak-bekas yang lebih besar dan lebih terang.

Mycalesis sudra | Horsfield’s Bushbrown (Moore, 1894)

Kupu-kupu ini memiliki warna dasar yang cokelat dengan pola bercak-bekas kecil berwarna hitam di seluruh permukaan sayap. Sayap bagian bawahnya memiliki bercak-bekas yang lebih besar dan lebih terang. Kupu-kupu ini biasanya ditemukan di sekitar area yang lembab dan hijau, seperti tepi sungai dan hutan yang belum terganggu.

Masyarakat Tumbuh dan Tangguh Bersama Listrik

Di suatu desa terpencil yang jauh dari kilau kota besar, listrik adalah lebih dari sekadar teknologi; ia adalah jembatan harapan, pembawa terang, dan kekuatan yang menghubungkan. Terletak di kaki pegunungan hijau yang sepi, desa ini dulunya terlelap dalam kesunyian ketika matahari tenggelam. Bertahun-tahun lamanya, kehidupan malam hanyalah gelap dan dingin yang menyelimuti tiap sudut desa, Masyarakat Tumbuh dan Tangguh Bersama Listrik

Ypthima philomela | Common Five-ring (Linnaeus, 1763)

upu-kupu ini memiliki warna dasar sayap cokelat gelap atau cokelat keabu-abuan. Pada permukaan bagian atas sayap, terlihat beberapa cincin besar berwarna hitam yang dikelilingi oleh warna kuning atau oranye pucat. Pada permukaan bagian bawah, terdapat pola cincin serupa tetapi lebih jelas, umumnya lima cincin pada sayap belakang yang menjadi asal nama “Five-ring”. Cincin-cincin pada sayapnya Ypthima philomela | Common Five-ring (Linnaeus, 1763)

Fahrul, Menyemai Asa Pohon Langka di Gunung Tilu

Berawal dari longsor di bukit belakang desanya, ia belajar mencintai hutan. Menumbuhkan pepohonan langka dari yang tersisa.   BETAHITA.ID –  Sepi karena Covid-19 mendorong Fahrul Shobarudin Syahban meraih ransel dan melenggang ke hutan di belakang rumahnya, Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Di ranselnya ia sudah membawa serta bekal ala kadarnya, cukup untuk bertahan Fahrul, Menyemai Asa Pohon Langka di Gunung Tilu

Hari Habitat Sedunia 2024: Peran Generasi Muda dalam Pengelolaan Spesies Invasif di Ekosistem Perkotaan

Peran Generasi Muda dalam Pengelolaan Spesies Invasif di Ekosistem Perkotaan Setiap tahunnya, Hari Habitat Sedunia dirayakan setiap Senin pertama di bulan Oktober. Peringatan Hari Habitat Sedunia sebagai upaya meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya pemukiman manusia yang layak dan pembangunan kota yang berkelanjutan. Konteks habitat dalam hal ini tidak hanya mengenai tempat tinggal satwa liar, namun Hari Habitat Sedunia 2024: Peran Generasi Muda dalam Pengelolaan Spesies Invasif di Ekosistem Perkotaan

Lycodon capucinus I Ular Cecak

Lycodon capucinus (Daudin, 1803) termasuk kedalam anggota famili Colubridae yang sering dikenal dengan sebutan lokal Ular Cecak. Gaya hidup L. capucinus yakni terestrial, namun sering juga ditemukan di atap rumah warga dan memangsa kawanan cecak disana. Ular cecak sangat baik dalam beradaptasi mulai dari hutan hujan dataran rendah, hutan muson, dan tanah pertanian dekat permukaan Lycodon capucinus I Ular Cecak

Naja sputatrix I Kobra Jawa

Naja sputatrix (Boie, 1827) atau Kobra Jawa merupakan salah satu reptil dari anggota Elapidae yang memiliki bisa tinggi bersifat hemotoksik (merusak sel darah) dan neurotoksik (merusak sel syaraf). Jenis ular ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk membuat mangsanya mati tak berdaya. Selain itu, ketika dalam keadaan terancam juga dapat menyemburkan bisanya sehingga sangat Naja sputatrix I Kobra Jawa