Lagi, Yayasan KEHATI Bersama Eyang Memet Tanam 100 Bibit Pohon Khas Jawa Barat

Siaran Pers
Lagi, Yayasan KEHATI Bersama Eyang Memet Tanam 100 Bibit Pohon Khas Jawa Barat
19 February 2025
2

Kabupaten Bandung- Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) bersama Eyang Memet menanam 100 bibit pohon produksi khas Jawa Barat di area Pusat Penelitian Teh dan Kina Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung (14/2). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya di bulan November 2024, dimana KEHATI menanam 200 bibit pohon endemik Jawa Barat di lokasi yang sama. Kegiatan kali ini merupakan dukungan dari Telkom Divisi Wholesale Service (DWS).

 

Berbeda dengan jenis bibit pohon yang ditanam sebelumnya, kali ini jenis bibit yang ditanam adalah jenis pohon produksi, yaitu manglid, jabon, ganitri, suren, kayu manis, loa, dan kiara.

 

“Selain bibit, pemilihan lokasi juga menjadi penting. Harapannya, penanaman di area Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) dapat memperkaya pusat penelitian dengan penambahan tanaman khas dan endemik Jawa Barat. Manfaat lain yaitu area PPTK juga berfungsi menjadi area resapan air/catchment area dan menjadi sumber air bagi bendungan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gambung yang menghidupi 162.000 orang di Kabupaten Bandung,” ujar Eyang Memet.

 

Lebih lanjut, Eyang Memet berharap area tanam seluas 3 hektar ini dapat menjadi perpustakaan hidup dimana obyek tanaman dan ekosistem yang terbangun dapat menjadi pusat penelitian seperti hal nya taman nasional.

BW KEHATI bersama Eyang Memet, perwakilan staf PPTK dan masyarakat sekitar menanam 120 bibit tanaman produksi, yaitu manglid, jabon, ganitri, suren, kayu manis, loa, dan kiara. Kegiatan ini diharapkan dapat melestarikan tanaman khas Jawa Barat dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar (14/2).

Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini turut mengapresiasi kegiatan CSR yang dilakukan Telkom DWS. “Kegiatan penanaman dilakukan oleh para mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang tergabung dalam Biodiversity Warriors KEHATI. Keterlibatan generasi muda tentunya menjadi nilai plus dari setiap kegiatan konservasi yang dilakukan oleh KEHATI,” ujarnya.

 

Rika menambahkan dengan menanam di area yang dikelola oleh Eyang Memet, para mahasiswa ini tidak hanya melalukan kegiatan perbaikan lingkungan, namun juga dapat belajar kepada sosok yang telah memiliki pengalaman dan banyak berjasa dalam kegiatan konservasi khususnya di wilayah Jawa Barat.

 

Sedikit berbeda dengan pegiat restorasi kebanyakan, Eyang Memet hanya menanam bibit pohon berusia satu sampai dua tahun. Hal ini bertujuan untuk menjaga tingkat keberlangsungan hidup bibit yang ditanam. “Sampai bibit yang akan ditanam memiliki akar yang kuat, baru saya akan pindahkan dan tanam di lokasi yang baru,” ucapnya.

Secara berkala, bibit yang ditanam akan dimonitor pertumbuhannya oleh mahasiswa  Unas dan dilaporkan kepada Yayasan KEHATI.

 

Selain kegiatan restorasi, Eyang Memet juga tengah aktif mengidentifikasi tanaman endemik Jawa Barat. Sampai akhir tahun lalu, Eyang Memet telah berhasil membukukan 100 jenis, dan berencana membukukan minimal 300 jenis sampai sepuluh tahun ke depan. “Semoga apa yang sudah saya lakukan dapat menjadi warisan bagi anak-anak saya, dan bagi generasi mendatang,” tutup Eyang.

 

---selesai---

 

Tentang KEHATI

Dibentuk pada 12 Januari 1994, Yayasan KEHATI bertujuan untuk menghimpun dan mengelola sumber daya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan. Beberapa tokoh dibalik terbentuknya Yayasan KEHATI antara lain, Emil Salim, Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim.

Selama lebih dari dua dekade, Yayasan KEHATI telah bekerja sama dengan lebih dari 1.500 lembaga lokal yang tersebar dari Aceh hingga Papua, serta mengelola dana hibah lebih dari US$ 200 juta. Dana tersebut berasal dari donor multilateral dan bilateral, sektor swasta, filantrofi, crowd funding, dan endowment fund.

Terdapat 6 pilar pendekatan program yang dikelola oleh KEHATI yaitu ekosistem kehutanan, pertanian, kelautan, perubahan iklim dan circular, sustainable investment dan Biodiversity Warriors. Selain itu, Yayasan KEHATI juga mengelola program khusus antara lain Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera dan Kalimantan, Blue Abadi Fund (BAF), USAID Konservasi Laut Efektif (Kolektif), Ananta Fund, Program Solutions for Integrated Land-and Seascape Management in Indonesia (SOLUSI) dan Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA).

Yayasan KEHATI merupakan pionir investasi ESG di pasar modal Indonesia. Bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia, KEHATI mengembangkan indeks saham berbasis ESG, yaitu: Indeks saham SRI-KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI. Yayasan KEHATI juga aktif mempromosikan Impact Investment, memfasilitasi impact enterpreneurs, serta berinvestasi dan menggalang investor untuk mendukung usaha rintisan berdampak lingkungan dan sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *