Workshop dan Penanaman Mangrove di Taman Mangrove Pandansari Brebes

Flora
Workshop dan Penanaman Mangrove di Taman Mangrove Pandansari Brebes
BW UGM
14 January 2026

Taman Mangrove Sari, Pandansari, Kaliwlingi, Brebes, Brebes Regency, Central Java 52212

Pantai, khususnya kawasan wisata Mangrove Sari merupakan salah satu ekosistem pesisir kritis di kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang mengalami tekanan berkelanjutan akibat abrasi pantai, perubahan iklim, dan aktivitas manusia seperti penebangan liar, perluasan tambak, serta limbah domestik termasuk sampah. Erosi dan abrasi pantai di wilayah ini telah mengancam garis pantai, mengurangi luas daratan, merusak infrastruktur lokal, serta menghilangkan habitat penting bagi keanekaragaman hayati pesisir.

Mangrove, sebagai vegetasi khas pesisir tropis, memiliki peran strategis sebagai penghalang alami (natural barrier) terhadap energi gelombang laut, penahan sedimen, dan penyerap karbon (blue carbon). Kawasan wisata Mangrove Sari, hutan mangrove dulunya membentuk sabuk hijau yang melindungi pemukiman dan lahan pertanian dari intrusi air laut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, persebaran mangrove di wilayah ini mengalami fragmentasi dan penurunan luasan akibat degradasi lingkungan yang tidak terkelola.

Sayangnya, tidak ada data spasial terkini mengenai persebaran, kepadatan, dan kondisi kesehatan mangrove kawasan wisata Mangrove Sari. Tanpa pemetaan yang akurat, upaya restorasi menjadi tidak terarah, tidak efisien, dan rentan gagal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis bukti (evidence-based) yang menggabungkan penanaman ulang mangrove dengan pemetaan persebaran menggunakan teknologi sederhana dan partisipatif.

Mangrovesari dikenal luas sebagai kawasan yang memiliki reputasi baik serta pengelolaan mangrove yang efektif di mata publik. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin menyelenggarakan sebuah workshop yang berfokus pada proses inisiasi, pemeliharaan, dan pengelolaan kawasan mangrove yang berkelanjutan. Tujuan utama workshop ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kapasitas peserta dalam pengetahuan pengembangan kawasan mangrove berbasis ekowisata yang tidak hanya lestari secara ekologis, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan/success story tentang kegiatan konservasi yang baik yang dilakukan oleh mitra KEHATI kepada para mahasiswa UGM, baik dari sisi ekologi, sosial, dan ekonomi.

Tidak hanya melakukan penanaman bibit mangrove, mahasiswa juga melakukan kunjungan ke mitra yang melakukan usaha pengelolaan garam, batik dengan pewarna alami, dan budi daya kepiting bakau.

Categories: