Archives: Opini

Nasib Malang Para Pencari Suaka Berbulu

World Migratory Bird Day (hari burung migrasi sedunia) diperingati tiap tahunnya pada Sabtu kedua bulan Mei dan Oktober sebagai sarana penyadartahuan kepada masyarakat luas tentang pentingnya pelestarian burung yang bermigrasi serta habitatnya yang semakin terancam oleh perubahan iklim, polusi, kehilangan habitat dan tentunya, perburuan.   Setiap tahunnya, burung-burung dari bumi bagian utara bermigrasi untuk menghindari Nasib Malang Para Pencari Suaka Berbulu

Perdagangan Orangutan di Aceh-Sumatra Utara: Pola, Rantai, dan Lemahnya Efek Jera

Dalam beberapa tahun terakhir di Aceh, khususnya pesisir timur seperti Aceh Timur dan Aceh Tamiang menjadi kantong perburuan anak orangutan sumatra (Pongo abelii). Satwa yang diambil dari habitatnya di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), seringkali memanfaatkan momen konflik manusia dan orangutan.  Konflik kerap terjadi di perkebunan perusahaan ataupun perladangan masyarakat. Anak yang dipisahkan dari induknya kemudian Perdagangan Orangutan di Aceh-Sumatra Utara: Pola, Rantai, dan Lemahnya Efek Jera

Sosioekologi Orangutan Sumatra (Pongo abelii Lesson, 1982) Berkerabat di Hutan Ketambe – Aceh Tenggara

Orangutan merupakan salah satu kera besar yang memiliki pola hidup arboreal (hidup di pepohonan), frugivora (makanan utama berupa buah), dan cenderung semi-soliter. Karakter ini menjadikan orangutan unik, sebab mereka jarang membentuk kelompok sosial permanen, tetapi tetap melakukan kontak sosial dalam situasi tertentu seperti musim kawin, feeding group, yaitu kumpulan beberapa individu yang memanfaatkan pohon pakan Sosioekologi Orangutan Sumatra (Pongo abelii Lesson, 1982) Berkerabat di Hutan Ketambe – Aceh Tenggara

Gajah Sumatera, Harga Diri & Marwah Bangsa Indonesia

Tepat hari ini di setiap tanggal 12 Agustus di berbagai negara di dunia, Hari Gajah Sedunia atau di internasional disebut Global Elephant Day (GED) hadir untuk memberikan wacana akan pelestarian dan perlindungan gajah dunia. Hari yang menandai dimulainya gerakan global untuk bekerja membantu gajah. GED menjadi agenda yang selalu dirayakan oleh organisasi satwa liar di Gajah Sumatera, Harga Diri & Marwah Bangsa Indonesia

Konservasi Harimau di Indonesia

Harimau, Raja Hutan yang Terancam Harimau (Panthera tigris sumatrae) adalah salah satu satwa liar kebanggaan hutan tropis di Indonesia. Spesies yang tersisa di Indonesia hanyalah harimau sumatra—subspesies terakhir setelah harimau bali (Panthera tigris balica) dan harimau jawa (Panthera tigris sondaica) dinyatakan punah di tahun 1950-an dan 1970-an. Populasi Harimau sumatra di alam liar kini diperkirakan Konservasi Harimau di Indonesia

Mangroveku Sayang Mangroveku Malang

Ekosistem mangrove mungkin salah satu ekosistem pesisir yang dianggap sangat penting keberadaannya terutama menyangkut fungsi-fungsinya baik secara fisik, ekologis maupun sebagai sumberdaya ekonomi; namun demikian apakah tindakan yang kita lakukan saat ini sudah mencerminkan upaya-upaya kita untuk melindungi ekosistem yang kita anggap penting tersebut? Dari aspek kajian spasial yang pernah kita lakukan sampai munculnya Peta Mangroveku Sayang Mangroveku Malang

Ancaman Krisis Besar di Balik Kasus Tesso Nilo

Pertengahan Juni 2025, publik dikejutkan laporan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tentang hilangnya hutan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Satgas mencatat, dari luas kawasan hutan TNTN pada 2014 yang mencapai 81.793 hektar, kini hanya tersisa sekitar 12.561 hektar atau 15 persen saja. Artinya, sekitar 69.000 hektar hutan telah hilang, dan sekitar 40.000 hektar di Ancaman Krisis Besar di Balik Kasus Tesso Nilo

Keadilan Multi-Spesies di Kawasan Urban: Sudahkah Kita Berlaku Adil?

Kota terus berkembang dari masa ke masa.  Daerah terbangun di kota-kota besar di Jawa diduga akan terus meningkat (Pravitasari dkk. 2024), dengan hampir semua pemenuhan kebutuhan mempertimbangkan kebutuhan manusia, sementara ekosistem pendukung kehidupan manusia seringkali terabaikan.  Mari kita lihat apa yang terjadi.  Di kawasan mangrove Teluk Jakarta, dari 34 jenis burung yang diamati—13 di antaranya Keadilan Multi-Spesies di Kawasan Urban: Sudahkah Kita Berlaku Adil?

Menata Ulang Relasi Kuasa dan Hak dalam UU Kehutanan

Revisi UU Kehutanan harus berangkat dari pertanyaan mendasar: untuk siapa hutan dikelola? Jika jawabannya adalah untuk kehidupan yang adil dan lestari, maka paradigma pengelolaan hutan harus bergeser dari eksploitatif ke restoratif, dari monopoli oligarki ke pengakuan hak masyarakat, dan dari komoditas ekonomi ke ekosistem kehidupan. Hutan bukan sekadar hamparan pepohonan hijau di peta. Ia adalah Menata Ulang Relasi Kuasa dan Hak dalam UU Kehutanan

Peran dan tantangan disiplin taksonomi di garis depan pewartaan keanekaragaman hayati

Hari keanekaragaman hayati bisa dimaknai bervariasi oleh pihak yang berbeda. Namun satu hal yang pasti bahwa keanekaragaman hayati terlihat jelas dalam kehidupan kita sehari-hari,seperti organisme berukuran kecil seperti semut, jamur mikroskopis, dan lumut hingga yang berukuran raksasa seperti paus, gajah, dan pohon yang menjulang tinggi. Hal yang mungkin luput dari perhatian masyarakat sehari-hari adalah baik hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme Peran dan tantangan disiplin taksonomi di garis depan pewartaan keanekaragaman hayati