Kategori: Kehutanan

Asota caricae I Tropical Tiger Moth

Asota caricae merupakan ngengat yang termasuk dalam Famili Erebidae. Ngengat ini bersifat nokturnal atau aktif pada malam hari. Larva Asota caricae memakan daun dari tumbuhan Ficus hispida. Ngengat ini umum dijumpai di hutan dan daerah perkebunan.

Nepenthes tentaculata | The Tentacle Asian Pitcher Plant

Morfologi Nepenthes tentaculata Nepenthes tentaculata adalah spesies yang relatif kecil namun memiliki detail yang sangat rumit. Ciri yang paling menonjol, seperti yang tersirat dalam nama spesifiknya ‘tentaculata’, adalah adanya rambut-rambut atau duri halus yang tumbuh di permukaan atas tutup kantong (lid). Rambut-rambut ini sering kali terlihat seperti antena kecil yang memberikan kesan eksotis dan misterius. Nepenthes tentaculata | The Tentacle Asian Pitcher Plant

Eurostopodus diabolicus | Satanic Nightjar

Morfologi Eurostopodus diabolicus Taktarau Iblis merupakan burung nokturnal berukuran sedang (sekitar 26-27 cm). Tubuhnya didominasi warna cokelat gelap dengan corak bintik-bintik putih dan abu-abu yang menyerupai warna serasah daun kering atau bebatuan yang menjadi area hinggapnya. Ciri khas utamanya adalah adanya bercak putih pada bagian tenggorokan. Burung ini memiliki paruh yang pendek namun dengan bukaan Eurostopodus diabolicus | Satanic Nightjar

Nepenthes pitopangii | Kantung Semar Gading

Morfologi Nepenthes pitopangii Tumbuhan terestrial, berperawakan climber dengan tinggi mencapai 2 meter. Batang berbentuk silindris ketika diraba. Daun lanceolate dengan ujung daun runcing. Upper pitcher berbentuk corong (infundibular) dengan tinggi 3-5 cm dan lebar 3-3.7 cm, mulut pitcher horizontal di area depan dan sedikit terangkat di area melekat penutup (Lid). Penutup berbentuk suborbicular. Kantung memiliki Nepenthes pitopangii | Kantung Semar Gading

SI NAKAL TAPI PENJAGA ALAM

“SI NAKAL TAPI PENJAGA HUTAN” Di saat derap dingin pagi berganti hangatnya mentari, bunyi-bunyi alam perlahan membangunkan seluruh kamp kami. Suara burung, gemericik air, dan hembusan angin yang menyelinap di antara batang bakau membentuk simfoni alami yang menenangkan. Di tengah itu, sosok lincah muncul berlari, meloncat, dan seolah terus mengawasi kehadiran kami. Ia bergerak cepat, SI NAKAL TAPI PENJAGA ALAM

TWA Kerandangan: Potensi Pengembangan Ekowisata Herpetofauna Berbasis Konservasi

Wahyudi Amin (Staff BKSDA NTB, TWA Kerandangan) Dok. Pribadi Gerlach Uwe (Peneliti Herpetologi Jerman) Dok. Pribadi. Taman Wisata Alam Kerandangan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata herpetofauna karena kawasan ini menyimpan keanekaragaman reptil dan amfibi yang cukup tinggi dalam bentang hutan tropis yang relatif masih terjaga. Keberadaan berbagai jenis ular, kadal, TWA Kerandangan: Potensi Pengembangan Ekowisata Herpetofauna Berbasis Konservasi