Shorea stenoptera, tengkawang si pohon meranti merah

Artikel
Shorea stenoptera, tengkawang si pohon meranti merah
Lain-lain
5026
31 Maret 2015
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
932
posting

Membicarakan pulau Kalimantan membuat kita membayangkan lebatnya hutan dengan pohon yang rimbun. Pohon-pohon di Kalimantan didominasi oleh suku Shorea yang kita kenal sebagai pohon meranti. Salah satu meranti yang menjadi kebanggaan warga Kalimantan Barat adalah meranti merah (Shorea stenoptera), yang dikenal warga lokal dengan sebutan Tengkawang Tungkul.

Pohon meranti merah adalah tumbuhan endemik Kalimantan dan tersebar luas di Kalimantan Barat, sehingga menjadi maskot provinsi ini. Meranti merah tidak hanya sekedar maskot bagi warga Kalimantan Barat, mereka menggantungkan nafkah hidup mereka dari biji pohon ini. Biji meranti merah dicari pasar karena mengandung minyak nabati yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai dasar pembuatan makanan, pelumas, farmasi, ataupun kosmetik. Warga asli Kalimantan, suku Dayak bahkan sudah menganggap tengkawang sebagai pohon kehidupan karena manfaatnya ini.

Sayangnya sang maskot yang bermanfaat ini berada dalam status terancam punah, karena menurut data IUCN tahun 1998 Shorea stenoptera masuk dalam kategori endangered. Penurunan populasi disebabkan perubahan fungsi hutan dan kemungkinan karena lambatnya pembungaan di habitat aslinya. Meranti merah baru berbunga setelah berumur sekitar 40 tahun dan berbuah 3-5 tahun sekali. Ketika dibudidayakan dari biji, meranti merah dapat berbunga pada umur 8-10 tahun dan berbuah setiap tahun. Semoga pemanfaatan meranti merah ini dapat menjaga kelestariannya dan mendukung perekonomian warga sekitar. Salam lestari!

Sumber :
1. http://borneoclimatechange.org/berita-742-tengkawang-pohon-kehidupan-masyarakat-kalimantanterancam-punah
2. http://www.iucnredlist.org/details/summary/33623/0
3. http://www.proseanet.org/prohati2/browser.php?docsid=120
4. World Scientific. 1996. Dipterocarp Forest Ecosystems: Toward Sustainable Management. Editor : Andreas Schulte, Dieter Schone. Singapore: World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *