Jangan salah saga: Perbedaan saga pohon dan saga rambat

Artikel
Jangan salah saga: Perbedaan saga pohon dan saga rambat
Lain-lain
26687
30 Maret 2015
Biodiversity Warriors
Penulis
Admin BW
932
posting

“Matanya merah seperti biji saga.” Ungkapan tersebut biasa digunakan untuk orang yang sedang sangat marah. Saga adalah tumbuhan dari suku polong-polongan (fabaceae), biji dari saga memiliki warna merah menyala. Uniknya ternyata ada dua jenis saga yang berbeda, yang satu tumbuh merambat sedangkan satu lainnya tumbuh berbentuk pohon.

Selain bentuknya, saga rambat dan saga pohon memiliki banyak perbedaan. Daun dari saga rambat sudah dikenal berkhasiat sebagai obat sariawan. Sebaliknya biji dari tanaman dengan nama ilmiah Abrus precatorius ini justru sangat beracun pada dosis tertentu. 

 

Biji saga rambat (atas) memiliki bentuk yang berbeda dengan biji saga pohon (bawah).

 

Berbeda dengan Abrus precatorius yang merambat, saga pohon (Adenanthera pavonina) bisa tumbuh mencapai tinggi 20-30 m. Jika biji saga rambat beracun, biji saga pohon justru dapat dikonsumsi dan mengandung protein yang tinggi. Selain itu masyarakat Indonesia mengenal saga rambat sebagai obat rematik, sakit kepala dan sakit perut.

Meski kedua jenis saga di atas memiliki karakter yang berbeda namun keduanya memiliki manfaat untuk manusia. Keanekaragaman hayati selalu menyimpan cerita menarik di baliknya, sepeti dua jenis saga ini. Lalu apa cerita menarik keanekaragaman hayati di sekitar mu?

 

Referensi:

[drugscabiwisegeekflickrflickr]

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *