Gambir sebagai Ikon Kebanggaan Daerah yang Terancam Punah

Flora, Tumbuhan, Tumbuhan Obat
Gambir sebagai Ikon Kebanggaan Daerah yang Terancam Punah
1 February 2025
0
0

Gambir atau masyarakat daerah menyebutnya sebagai Gambo merupakan tanaman endemik dari Desa Toman, Kec. Babat Toman, Kab. Musi Banyuasin.

Tanaman gambir merupakan tanaman kelompok perdu yang menghasilkan getah, biasanya dimanfaatkan masyarakat terdahulu dengan dikeringkan untuk digunakan nyirih bersamaan dengan daun sirih dan pinang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tanaman gambir dari Desa Toman memiliki kualitas terbaik dan konon katanya menurut cerita masyarakat setempat apabila tanaman gambir ditanam di daerah lain akan menghasilkan daun gambir yang sedikit getahnya bila dibandingkan dengan yang ditanam di Desa Toman.

Pekan lalu penulis pergi menuju ke Desa Toman untuk sekedar bertanya dan menggali informasi lebih banyak kepada artisan kain jumputan gambo muba dan petani gambir. Sayangnya respon para petani gambir sedikit diluar ekspektasi penulis. Jadi penulis melakukan pendekatan berbeda, mengajak petani gambo yang penulis temui untuk sekedar mengobrol santai saja.

Penulis menanyakan terkait lahan gambir yang mereka punya serta berapa banyak getah gambir yang mereka produksi setiap hari. Penulis juga menyelipkan beberapa pertanyaan terkait aset produksi mereka seperti misalnya alat yang mereka gunakan untuk mengolah daun gambir tersebut.

Petani gambir menyatakan bahwa saat ini pasokan jumlah daun gambir yang ada di Desa Toman sudah banyak sekali berkurang, diperkirakan hanya tersisa 25% saja dari total keseluruhan tanaman gambir yang pernah ada di desa tersebut.

Berdasarkan pernyataan para petani gambir dan penulis mengamati langsung di lapangan, perkebunan gambir sudah banyak dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Lahan gambir yang tersisa mayoritas ditanam dengan metode tumpang sari bersama tanaman karet. Tentu hal ini akan mempengaruhi produktivitas tanaman gambir itu sendiri.

Petani gambir menyatakan bahwa tanaman gambir yang ada di Desa Toman akan habis dalam jangka waktu 5 tahun lagi dan terancam akan punah.

Kebijakan pelarangan pembukaan lahan dengan pembakaran juga menjadi faktor lain yang menyebabkan para petani gambir kesulitan untuk membudidayakan tanaman ini. Karena tanaman gambir yang ditanam pada tanah yang sudah dibakar cenderung lebih subur dan menghasilkan lebih banyak getah. Penulis sangat terkejut dan sedih tentunya karena tanaman gambir merupakan tanaman endemik dari Desa Toman.

Selain mengolah daun gambir untuk diambil getahnya, masyarakat sekitar juga memanfaatkan limbah dari proses pengolahan gambir menjadi pewarna alami kain jumputan gambo muba. Kain ini merupakan aset budaya dan kain wastra khas Kabupaten Musi Banyuasin dan telah menjadi identitas masyarakat lokal. Apabila tanaman gambir punah tentu kain jumputan gambo muba hanya menjadi cerita saja dan dipajang di museum daerah.

Kasus ini sekarang sedang menjadi fokus teman-teman yang ada di lokal dan harapannya dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk dapat berkolaborasi menyelamatkan tanaman gambir ini. Penulis sangat berharap tanaman gambir di Desa Toman ini tetap lestari melalui penerapan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Gambir, endemik, kepunahan
Tentang Penulis
Sintia
Selaras Muba Lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2025-02-10
Difference:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *