Indonesia menjadi salah satu negara di katulistiwa yang memiliki puncak bersalju dengan es abadi di Puncak Jayawijaya. Sayangnya kabar buruk disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yaitu seluruh lapisan es di puncak Jayawijaya dikhawatirkan meleleh di tahun 2020.
Data dari penelitian, tercatat sejak tahun 1936 hingga 2006 tutupan es telah hilang 78%. Kemudian antara tahun 2010-2015 ketebalan es turun 1,05 m per tahun dan menyisakan es setebal 26,23 m. Pada akhir tahun 2015 hingga 2016 naiknya suhu permukaan laut karena kuatnya pengaruh El Nino mengakibatkan es setebal 5,69 meter mencair hanya dalam waktu satu tahun. Sehingga pada November 2016 hanya tersisa es setebal 20,54 meter di puncak.
Jika dibandingkan dengan puncak es di negara lain, es di puncak Jayawijaya meleleh lebih cepat. Alasan utamanya adalah Puncak Jayawijaya adalah satu-satunya puncak es yang terletak di pusat kolam panas lautan Pasifik Barat. Selain itu laju pelelehan es juga dipercepat dengan pemanasan global dan penggundulan hutan.
Saat ini yang mungkin dilakukan adalah menghambat laju pencairan es, dengan bersama-sama berperilaku ramah lingkungan. Bukan untuk Puncak Jayawijaya atau puncak es lain di dunia. Tetapi perilaku ramah lingkungan untuk hidup kita hari ini hingga puluhan tahun lagi. Agar kekhawatiran kehilangan rumah dan dataran tidak menjadi kenyataan.
Sumber :
https://travel.tempo.co/read/news/2017/06/10/204883225/lapisan-es-di-puncak-jayawijaya-terancam-hilang-pada-2020
https://news.detik.com/berita/d-3388887/bmkg-khawatirkan-puncak-es-di-gunung-jayawijaya-meleleh-tahun-2020 http://nasional.kompas.com/read/2010/07/05/04212776/policy.html http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/09/satelit-nasa-perlihatkan-menghilangnya-es-di-puncak-jaya
http://www.kompasiana.com/kanedi/dampak-el-nino-2015-bersiaplah-menghadapi-kemarau-panjang-yang-menyengsarakan_55c146d8f47e61370cb59389
http://geography.name/wp-content/uploads/2015/11/puncak-jaya-08.jpg
Leave a Reply
Terkait