Bajing kelapa

Artikel
Bajing kelapa
Lain-lain
2759
22 Juni 2014
Penulis
Ryan Avriandy
6
posting

(Callosciurus notatus Boddaert, 1785)

 

Hai kalian pasti pernah melihat hewan di foto tersebut, orang sunda menyebutnya kékés. Bajing atau lebih spesifiknya lagi disebut bajing kelapa merupakan keluarga bajing yang paling umum dijumpai di indonesia, itu karena hewan ini sangat adaptif dan dapat tinggal di habitat yang cukup beragam.

Sejatinya hewan ini merupakan hewan arboreal seperti keluarga bajing pada umumnya, mereka merupakan pemakan buah-buahan, biji dan daun muda serta bunga, namun teramati hewan ini juga memakan beberapa jenis serangga terutama semut, terkadang hewan ini juga teramati memakan getah dari pohon dengan cara mengigiti kulit pohon hingga mengeluarkan getah lalu menjilati getah tersebut. Itu sebabnya mengapa kalau kalian jalan-jalan di hutan atau di kebun ada beberapa pohon yang tampak seperti ada bekas tercongkel. Iya itu adalah ulah hewan ini.

Ciri khas hewan ini adalah adanya strip hitam memanjang di ketiak hingga pangkal paha serta perutnya berwarna lebih oranye. Terkadang hewan ini sering tertukar oleh “tupai” yang bentuknya memang hampir mirip, tapi sesungguhnya kedua hewan tersebut bahkan berkerabat cukup jauh.

Hewan ini meskipun hidup soliter namun sering teramati mencari makan bersama-sama dalam kelompok kecil, kelompok ini akan saling melindungi satu sama lain saat sedang makan, jika ada bahaya mendatang seperti adanya ular, elang atau bahkan manusia mereka akan saling “memperingati” satu sama lain dengan suara khasnya dan lambaian ekornya. Bunyinya menurutku seperti gabungan suara “decitan” tikus dan suara kicauan burung. Walaupun bagi kita semua suara peringatannya terdengar sama namun bagi mereka tiap alarm call adalah khas dan mempunyai arti yang berbeda, karena tiap bahaya yang datang memerlukan respon berbeda, misalnya bahaya yang datang adalah elang maka alarm call yang diperintahkan oleh kelompoknya akan direspon dengan lari ke bawah sambil bersembunyi di antara dedaunan, sebaliknya jika alarm call untuk bahaya yang dari bawah seperti manusia misalnya akan direspon dengan lari semakin ke atas.

Bajing ini tentu saja berperan sebagai penyebar biji, selain itu mereka punya peran yang penting sebagai makanan bagi predator di tingkat trofik di atas mereka. Hewan ini di Indonesia tersebar dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali dan Lombok. Jika kalian tinggal di tempat yang masih memiliki pohon-pohon besar atau dekat perkebunan kalian bisa menikmati “decitan” cerewet mereka di pagi hari.

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *