Tampui (Baccaurea macrocarpa) adalah tumbuhan anggota keluarga Phyllanthaceae. Tumbuhan ini masih sekerabat dengan tanaman menteng dan rambai, namun berukuran lebih besar dan berkulit lebih tebal.
Tumbuhan yang memiliki tinggi 5-27 meter ini dikenal dengan nama-nama lain seperti merkeh (Kelantan); tampui daun, tampui bulan (Sumatera); medang, tampui (Bangka); Pasin; pegak (Dayak Tunjung); tampoi (Dayak Iban); jentikan (Kutai); tampoi (Kedayan).
Buah tampui mempunyai rasa manis dan asam, selain rasanya yang khas buah yang satu ini juga dicari sebagian orang karena bisa membawa ia ke kenangan masa lalu. Ketika masih kanak-kanak tempo dulu di desa-desa khususnya di Riau, Tampui adalah salah satu buah yang masih tersisa.
Baca juga: Buah Sukun Menjawab Masalah Kelaparan Dunia
Buah hutan ini hanya ada pada bulan - bulan tertentu saja, dan sangat sulit untuk di cari karena buah ini belum di budidayakan oleh masyarakat. Selama ini buah ini di petik dari hutan oleh masyarakat dan di jual di pasar selain itu juga di konsumsi sendiri tentunya.
Buah-buah tampui terangkai dalam tandan panjang hingga 15 cm, dengan tangkai setebal 4-6 mm. Berbentuk bulat atau hampir bulat, buah tampui merupakan "buah kotak" berdinding tebal mengayu, coklat hingga kelabu di bagian luar. Berbiji (2–) 3–6 butir, yang tertutup oleh "salut biji" berwarna putih hingga kuning, kadang-kadang jingga.
Sumber :
- Haegens, R.M.A.P. 2000. Taxonomy, Phylogeny, and Biogeography of Baccaurea, Distichirhops, and Nothobaccaurea (Euphorbiaceae). Blumea Suppl. 12: 1—216.
- http://www.asianplant.net/Phyllanthaceae/Baccaurea_macrocarpa.htm
-
Edible Medicine and Non-Mecinal Plants. 2012, pp 236-238 (http://link. springer.com /chapter /10.1007/978-94-007-4053-2_32)
- Arif Rudiyanto http://biodiversitywarriors.org/tampoi-tampui.html
Leave a Reply
Terkait