Orang Muda Bandung Serukan Aksi Kolektif Jaga Biodiversitas Kota
Penutupan Pameran BiodiverCity Jadi Momentum Membangun Gerakan Anak Muda untuk Ruang Kota yang Lebih Ramah Alam
BANDUNG, 21 Juni 2026 — Di tengah pesatnya pembangunan kota yang terus mengurangi ruang hidup satwa dan tumbuhan, ratusan orang muda di Kota Bandung berkumpul untuk menyuarakan satu pesan penting: kota yang sehat tidak hanya dibangun untuk manusia, tetapi juga harus memberi ruang bagi keanekaragaman hayati.
Pesan tersebut mengemuka dalam penutupan Pameran BiodiverCity: Revealing Wildlife Around Us, sebuah rangkaian kampanye publik yang berlangsung selama sembilan hari dan mengajak warga mengenali kehidupan liar yang masih bertahan di tengah lanskap perkotaan Bandung.
Pameran yang diselenggarakan Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari bersama Yayasan KEHATI ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang gerakan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami bahwa keberadaan pohon, burung, serangga, amfibi, hingga reptil di kota merupakan bagian penting dari ekosistem yang menopang kualitas hidup manusia.

“Banyak orang menganggap kota hanya milik manusia. Padahal sebelum kota berkembang, berbagai spesies tumbuhan dan satwa telah lebih dahulu hidup di ruang yang sama. Jika biodiversitas terus terdesak, pada akhirnya manusia juga yang akan kehilangan kualitas hidupnya,” ujar Christian Natalie, Manajer Program Kehutanan Yayasan KEHATI.
Melalui program Urban Biodiversity, Yayasan KEHATI mendorong upaya pemulihan keanekaragaman hayati perkotaan sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan. Sejak 2024, bersama Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari, program ini telah menanam 3.633 pohon dan tanaman dari 91 jenis berbeda di 10 ruang terbuka hijau dan biru Kota Bandung, mulai dari Kolam Retensi Rancabolang, Rumah Deret Tamansari, hingga SMAN 27 Bandung.
Program tersebut juga melibatkan sedikitnya 61 lembaga dan 1.619 peserta yang sebagian besar merupakan orang muda. Keterlibatan generasi muda dinilai penting karena mereka akan menjadi kelompok yang paling merasakan dampak krisis lingkungan sekaligus menjadi motor perubahan di masa depan.
Selama penyelenggaraan pameran, publik tidak hanya diajak melihat instalasi mengenai berbagai kelompok satwa dan tumbuhan perkotaan, tetapi juga memahami hasil pendataan biodiversitas yang dilakukan melalui pendekatan citizen science. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat berperan langsung dalam pengumpulan data dan pemantauan kondisi lingkungan di sekitar mereka.
Penutupan pameran diawali dengan kegiatan BiodiverCity Walk: Jelajah Taksa, yang mengajak peserta mengamati langsung keanekaragaman hayati di kawasan Taman Pramuka dan sekitarnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Rembug Orang Muda untuk Aksi Kolektif Jaga Lingkungan, sebuah forum terbuka yang mempertemukan komunitas, pelajar, mahasiswa, dan pegiat lingkungan untuk merumuskan gagasan bersama menjaga alam perkotaan.

Direktur Program Yayasan KEHATI, Rony Megawanto, menegaskan bahwa pemulihan lingkungan perkotaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
“Kota yang tangguh terhadap perubahan iklim membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan terutama generasi muda perlu bergerak bersama untuk memastikan pembangunan kota tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati,” ujarnya.
Selain menjadi ruang refleksi, penutupan BiodiverCity juga menjadi titik awal lahirnya jejaring aksi orang muda untuk biodiversitas perkotaan. Berbagai ide yang muncul dalam forum rembug akan ditindaklanjuti menjadi inisiatif kolaboratif yang mendorong pelestarian ruang hijau, edukasi publik, dan keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan.
Melalui BiodiverCity, penyelenggara berharap masyarakat semakin menyadari bahwa keberadaan biodiversitas bukan sekadar pelengkap lanskap kota, melainkan fondasi penting bagi kesehatan, ketahanan iklim, dan kualitas hidup warga. Sebab kota yang baik bukan hanya kota yang nyaman bagi manusia, tetapi juga kota yang mampu hidup berdampingan secara harmonis dengan seluruh makhluk hidup di dalamnya.


