Pempek yang terkenal gurih dahulu dikenal terbuat dari daging ikan belida. Namun sekarang pempek lebih sering dibuat dari ikan tenggiri, ikan gabus, atau ikan lainnya. Hal tersebut dikarenakan ikan yang dapat tumbuh hingga 1,5-7 kg ini semakin sulit ditemui.
Penganan khas Sumatera Selatan khususnya Palembang ini dibuat dari tepung tapioka, telur, bawang, garam dan penyedap rasa lainnya. Rasa gurih dari ikan semakin nikmat ditemani kuah cuko, sebutan untuk kuah yang terbuat dari gula merah, cabai, dan bawang.
Rasa gurih ikan belida tentu semakin jarang tersesap lidah penggemar pempek. Ikan bernama ilmiah Chitala lopis ini memang semakin sulit ditemui. Harga Belida juga semakin mahal√¢‚Ǩ‚Äπ seekor Belida dengan panjang maksimal sekitar 100 cm dengan berat 0,5 – 1 kilogram bisa berharga 300 ribu rupiah per ekornya. Hal tersebut membuat pembuat pempek kini lebih memilih ikan lain yang tidak kalah gurihnya sebagai bahan baku.
Lain dulu lain sekarang, ikan belida yang gurih kini dikenal sebagai ikan hias untuk dipelihara di akuarium. Selain harganya yang mahal ikan belida juga disebut-sebut koleksi yang langka. Populasi ikan belida atau ikan lopis semakin ternacam karena praktik penangkapan yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan pukat harimau.
Sebaiknya pemanfaatan ikan ini disertai dengan cara yang arif dan tidak berlebihan. Kalau masih ingin merasakan nikmatnya pempek dari belida, mungkin kita harus mulai belajar melestarikannya.
Leave a Reply
Terkait