SI NAKAL TAPI PENJAGA ALAM

Aktivitas, Kehutanan, Satwa, Urban Biodiversity
SI NAKAL TAPI PENJAGA ALAM
14 January 2026
14
5

"SI NAKAL TAPI PENJAGA HUTAN"

Di saat derap dingin pagi berganti hangatnya mentari, bunyi-bunyi alam perlahan membangunkan seluruh kamp kami. Suara burung, gemericik air, dan hembusan angin yang menyelinap di antara batang bakau membentuk simfoni alami yang menenangkan. Di tengah itu, sosok lincah muncul berlari, meloncat, dan seolah terus mengawasi kehadiran kami. Ia bergerak cepat, penasaran, menoleh ke kanan dan ke kiri, seakan ingin memastikan siapa yang berani memasuki wilayahnya. Berbeda dengan ayam yang biasanya membangunkan pagi di desa, makhluk ini hidup di ekosistem mangrove yang unik dan membangunkan kami. Badannya tampak agak besar, tertutup bulu cokelat keabu-abuan, hidup berkelompok, dan memiliki ekor panjang yang menjadi ciri khasnya. Ia adalah monyet ekor panjang, atau secara ilmiah dikenal sebagai Macaca fascicularis.

Di antara pohon bakau yang menjulang tinggi dan akar-akar yang menjalar di air payau, monyet-monyet ini tampak begitu lincah. Tubuh mereka ramping namun kuat, dan ekor panjang mereka seolah menjadi alat keseimbangan alami, memungkinkan mereka bergerak gesit di cabang-cabang yang rapuh tanpa takut jatuh. Mereka hidup dalam kelompok dengan struktur sosial yang kompleks. Di setiap kelompok, ada hierarki yang jelas, beberapa individu lebih dominan sementara yang lain lebih pendiam. Komunikasi di antara mereka berlangsung melalui panggilan khas, gerakan tubuh, dan tatapan mata yang tajam. Kadang suara mereka bergema di seluruh hutan, seperti salam pagi yang membangunkan seluruh ekosistem yang masih sepi dari manusia, sikap mereka kadang menggangu kami di kala kami istirahat seolah olah ingin berbicara "kau tinggal sini ke ?", "Siapa kau ni ?" dan "adakah makanan di sini?".

Meskipun agak nakal karena sering menggangu kami tapi mereka memiliki peran dalam menjaga keseimbangan hutan mangrove yang jauh lebih besar daripada sekadar terlihat bermain atau meloncat-loncat. Saat memakan buah, daun, atau serangga, monyet ini secara tidak langsung menyebarkan biji-bijian ke berbagai sudut hutan. Biji yang tertelan kemudian dikeluarkan di tempat lain melalui kotoran mereka, menumbuhkan pohon-pohon baru dan mendukung regenerasi mangrove. Selain itu, aktivitas mereka juga membantu mengendalikan populasi serangga atau hama yang dapat merusak tanaman. Dengan setiap lompatan, langkah, atau interaksi sosial, monyet ekor panjang menjadi bagian dari jaringan kehidupan yang menjaga ekosistem pesisir tetap sehat, produktif, dan lestari. Meskipun kadang nakal, usil, atau mencuri makanan pengunjung, mereka tetap merupakan penjaga alami mangrove, yang kehadirannya menandakan ekosistem yang seimbang dan berkelanjutan.

Secara ilmiah, monyet ekor panjang termasuk dalam Kingdom Animalia, Filum Chordata, Kelas Mammalia, Ordo Primates, Famili Cercopithecidae, Genus Macaca, dan Spesies Macaca fascicularis. Mereka bukan sekadar penghibur bagi pengamat alam, tetapi penjaga yang aktif, menyatu dengan kehidupan mangrove, dan memainkan peran penting dalam memastikan ekosistem tetap harmonis. Mengamati mereka berarti menyaksikan bagaimana alam bekerja, bagaimana setiap makhluk—sekecil atau sebesar tubuhnya—memiliki tugas dan fungsi, serta bagaimana kehidupan saling terkait dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Setiap lompatan, setiap suara, dan setiap interaksi mereka menjadi bukti nyata bahwa monyet ekor panjang adalah “penjaga hutan” yang tak terlihat, namun sangat vital bagi kelangsungan hidup mangrove dan seluruh makhluk yang bergantung padanya.

#Adventure, #exsplore, #satwaliar
Tentang Penulis
FahmiSaputraUtama123
Universitas Tanjungpura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2026-01-14
Difference:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *