Kategori: Urban Biodiversity

SI NAKAL TAPI PENJAGA ALAM

“SI NAKAL TAPI PENJAGA HUTAN” Di saat derap dingin pagi berganti hangatnya mentari, bunyi-bunyi alam perlahan membangunkan seluruh kamp kami. Suara burung, gemericik air, dan hembusan angin yang menyelinap di antara batang bakau membentuk simfoni alami yang menenangkan. Di tengah itu, sosok lincah muncul berlari, meloncat, dan seolah terus mengawasi kehadiran kami. Ia bergerak cepat, SI NAKAL TAPI PENJAGA ALAM

TWA Kerandangan: Potensi Pengembangan Ekowisata Herpetofauna Berbasis Konservasi

Wahyudi Amin (Staff BKSDA NTB, TWA Kerandangan) Dok. Pribadi Gerlach Uwe (Peneliti Herpetologi Jerman) Dok. Pribadi. Taman Wisata Alam Kerandangan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata herpetofauna karena kawasan ini menyimpan keanekaragaman reptil dan amfibi yang cukup tinggi dalam bentang hutan tropis yang relatif masih terjaga. Keberadaan berbagai jenis ular, kadal, TWA Kerandangan: Potensi Pengembangan Ekowisata Herpetofauna Berbasis Konservasi

Psilopogon javensis | Takur Tulungtumpuk

Takur tulung-tumpuk (Psilopogon javensis), juga dikenal sebagai Black-banded Barbet, adalah burung endemik Indonesia dari famili Megalaimidae yang hanya ditemukan di hutan Jawa dan Bali. Burung ini berukuran sedang (sekitar 26 cm), dengan bulu hijau dominan, mahkota kuning, tenggorokan merah, dan garis hitam lebar di sekitar mata serta dada, yang memberikan penampilan berwarna-warni menarik

Universitas Jember Ramah Burung, Sediakan Habitat bagi Beragam Spesies Burung

“Seperti manusia, burung membutuhkan tempat tinggal yang disebut sebagai habitat.” Sejumlah spesies burung ditemukan di kampus Universitas Jember. Tidak hanya sekadar melintasi kawasan, tapi di sana burung-burung tersebut mencari makan, meletakkan sarang, dan berkembang biak. Ketika pagi hari, suara burung dapat terdengar dengan jelas dan berbeda-beda. Salah satu tanda yang dapat dimengerti bahwa ada lebih Universitas Jember Ramah Burung, Sediakan Habitat bagi Beragam Spesies Burung

Todiramphus sanctus | Cekakak Suci

Cekakak suci (Todiramphus sanctus), sering disebut cekakak Australia, adalah burung dari famili Alcedinidae yang endemik di Australia dan Selandia Baru, namun bermigrasi ke wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia (Sumatra, Jawa, Bali, hingga Papua). Burung ini dikenal sebagai pemangsa serangga, kepiting, dan udang kecil, dengan habitat utama di pantai, mangrove, tambak, dan sungai pesisir. Status konservasinya Todiramphus sanctus | Cekakak Suci

Ular dan Pest Control: Menjaga Keseimbangan Ekologi di Tengah Tantangan Industri Modern

FOTO : Achmad Alfan Wijaya, Tega Bagus Wiranata, Ahmad Afif Marzuq Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering memberi penilaian pada hewan berdasarkan persepsi yang diwariskan secara turun-temurun. Ada hewan yang dianggap ramah, ada yang dianggap berbahaya, dan ada pula yang dipandang “tidak berguna” karena kurang dikenal perannya dalam ekosistem. Ular sering menempati kelompok terakhir ini. Pandangan Ular dan Pest Control: Menjaga Keseimbangan Ekologi di Tengah Tantangan Industri Modern