Tempe Benguk Diversifikasi Pangan dari Kulon Progo

Article
Tempe Benguk Diversifikasi Pangan dari Kulon Progo
Other
2117
17 April 2015
Biodiversity Warriors
Author
Admin BW
932
posting

Tempe sudah sangat akrab di lidah orang Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Alasannya harga yang murah dengan rasa yang nikmat dan dapat dibuat beragam masakan. Sayangnya meski tempe sudah membudaya, Indonesia masih bergantung pada stok kedelai impor sebagai bahan baku utama tempe. Imbasnya ketika harga kedelai impor melambung rakyat pun bingung, sampai-sampai pernah tempe maupun tahu sulit ditemukan di warung-warung. Lalu adakah solusinya?

Ya. Diversifikasi pangan salah satu solusinya. Tidak hanya kedelai yang bisa kita buat tempe tetapi juga jenis kacang-kacangan lain, contohnya kacang koro (Mucuna pruriens). Kacang koro ini biasa diolah menjadi tempe benguk yang merupakan makanan khas Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Tempe benguk adalah tempe berwarna hitam dengan biji-biji kacang yang besarnya dua kali ukuran kedelai. Selain di Kulon Progo, anda dapat menemukan tempe benguk di Wonogiri dan Surakarta, juga kota-kota lain di Jawa Tengah serta Jawa Timur.

Seperti apa rasa tempe benguk? Rasanya unik, gurih manis dengan tekstur menggigit. Kalau ada rasa asam berarti pengolahan yang kurang baik karena kulit ari yang tidak dibuang. Tempe benguk paling enak digoreng tepung dan dimakan bersama geblek yang juga makanan khas Kulon Progo.

Kacang koro istimewa karena merupakan tanaman asli Indonesia, berbeda dengan kedelai yang didatangkan dari daratan Cina. Kacang koro dapat tumbuh di daratan rendah, dataran tinggi, tepi sungai, maupun tanah rendah hara. Kacang ini memang mudah ditanam dan tidak perlu perawatan khusus sehingga banyak warga yang menanamnya di sela-sela kebun atau di pematang sawah. Sayangnya kacang koro belum ditanam untuk komersial dan hanya sebagai selingan di kebun atau pematang.
Tertarik mencicip tempe benguk? Yuk jalan-jalan ke Kulon Progo!

Sumber :
1. http://jogjatrip.com/id/590/Tempe-Benguk
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Mucuna_pruriens
3. http://news.detik.com/surabaya/read/2013/09/09/123325/2353127/475/tempe-benguk-makanan-pengganti-saat-krisis-kedelai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *