Srigading

Artikel
Srigading
Flora
1207
3 Agustus 2016
Penulis
indra wardani aldyla
79
posting

Srigading merupakan pohon kecil atau semak yang biasa ditanam di pekarangan rumah. Tumbuhan yang berasal dari Asia Selatan ini tidak berbentuk indah namun ditanam karena harum bunganya yang menyeruak di malam hari. Dengan warna mahkota bunga yang khas, bunganya mekar setelah matahari terbenam. Pada siang hari bunga yang mekar pada malam sebelumnya luruh.

Ciri-ciri: Pohon kecil atau semak. Batang lunak dengan permukaan kasar, agak bergabus. Daun tersusun berselang-seling, tunggal, dengan bentuk bundar telur, ujung meruncing, permukaannya kasar, tepinya rata, kadang-kadang beringgit. Bunganya harum, dengan mahkota bunga lima hingga delapan berwarna putih tetapi di bagian tengahnya jingga cerah, tersusun secara berkelompok. Buahnya bertipe kendaga bundar berbentuk hati, pipih, dengan diameter 2 cm, dengan dua ruang, masing-masing berisi satu biji.

Manffaat: 

Selain sebagai tanaman hias pekarangan, srigading ditanam di pekuburan di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pengharum lingkungan, mendampingi kamboja. Bunganya dapat menghasilkan warna kuning yang sulit dihilangkan, sehingga dijadikan sumber pewarna kuning. Selain itu, bunga yang kering kadang-kadang dicampurkan pada seduhan teh sebagai pengharum.
 
Biji, bunga, dan daun mengandung bahan-bahan pemicu imunitas, pelindung hati, anticacing, antivirus dan antijamur. Daunnya dipakai dalam pengobatan Ayurweda.
 
Penyakit yang dapat di obati:
  1. Demam Nifas
  2. Demam Membandel
  3. Ruam Kulit, Kusta
  4. Cacing Gelang, Cacing Kremi
  5. Nyeri Pinggul,Pegal Pinggang Bawah
0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *