Spesies Baru Cicak dari Pegunungan Mekongga

Satwa
Spesies Baru Cicak dari Pegunungan Mekongga
11 Juli 2016
1693

Setelah lima spesies baru marga Cicak Jari Lengkung (Cyrtodactylus) dipublikasikan tahun 2015 lalu, kini di pertengahan semester pertama 2016 telah dipublikasikan kembali spesies berjuluk Cyrtodactylus hitchiCicak Jari Lengkung Hitch yang telah dikoleksi tahun 2010 dari pegunungan Mekongga Sulawesi Tenggara ini, merupakan hasil penelitian bersama antara LIPI dan UC Davis dalam paying proyek Indonesian Cooperative Biodiversity

Group (ICBG).

Secara resmi, spesies baru ini dipublikasi pada  jurnal internasional Zootaxa Edisi 5 Mei 2016, Nomor 4109 Volume 1, Halaman 58-72, atas nama Awal Riyanto (LIPI), Hellen Kurniati (LIPI), dan Andrew Angilis (University of California, Davis).

Cicak Jari Lengkung Hitch berukuran kecil dengan panjang moncong hingga kloaka mencapai 79 mm. Warna dasar punggungnya coklat dan mempunyai pola seperti batik berlukiskan anyaman “> <” kuning.

Ciri morfologi yang membedakan spesies dalam Bahasa Inggris yang disebutHitch’s Bent-toed Gecko ini dengan lainnya adalah tidak adanya lekuk prekloakal. Jenis ini juga tidak mempunyai sisik besar prekloakal dan femoral, tidak ada lubang prekloakal dan femoral, transisi perubahan ukuran sisisk ventral depan dan belakang paha lembut, namun mempunyai sisik besar tengah sisi ventral ekor yang tersusun satu seri.

Sekilas, spesies ini mirip Cyrtodactylus batik yang telah dipublikasikan 2011 lalu. Namun, hingga saat ini belum bisa dispekulasikan bagaimana hubungan kekerabatan kedua jenis tersebut juga dengan spesies lainnya. Diperlukan kajian molekular untuk memecahkan pertanyaan tersebut.

Hellen Kurniati menuturkan, spesimen cicak tersebut dia koleksi beserta teknisinya Wahyu Trilaksono di pegunungan Menkongga, pada ketinggian 900 hingga 1.2000 m dpl. Habitat Cyrtodactylus hitchi berupa hutan sekunder dengan beragam mikro habitat seperti vegetasi di sepanjang sungai kecil, sungai, dan rubuhan pohon.

Selama penelitian, spesies baru tersebut tidak dijumpai di atas ketinggian 1.200 m maupun di bawah 900 m dpl. Tampaknya, cicak ini berbagi relung dengan spesies Cyrtodactylus jellesmae yang dijumpai pada ketinggian di bawah 500 m dpl.

Penamaan spesies ini merupakan ungkapan terima kasih yang diberikan kepada D. Alan Thomas Hitch (UC Davis) yang telah memimpin ekspedisi Pegunungan Mekongga. Dengan dipublikasikannya Cyrtodactylus hitchi, jumlah spesies Cicak Jari Lengkung yang sudah terdata di Sulawesi menjadi enam jenis. Anggota Cicak Jari Lengkung Sulawesi lainnya adalah Cyrtodactylus jellesmaeC. batikC. spinosusC. fumosus, dan C. wallacei.

Sumber bacaan dan gambar:

http://www.biologi.lipi.go.id/bio_indonesia/mTemplate.php?h=3&id_berita=912

Tentang Penulis
tri rahmaeti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2016-07-14
Difference:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *