Penyu Hijau

Artikel
Penyu Hijau
Satwa
3624
26 Februari 2017
Penulis
Milade Annisa Muflihaini
17
posting

 

 

 

foto by: @Langitmahameru_3676

 

Let’s see tukik here

 

Penyu adalah satu-satunya spesies reptile laut yang terbesar dan berumur panjang yang dapat ditemukan di peraian dunia beriklim tropis, subtropis dan  bertemperatur sedang lainnya (Bowen and avise,1996).

Menurut Hirth (1971) dalam Prihanta (2007), taksonomi penyu hijau adalah:

Kingdom            : Animalia

Filum                 : Chordata

Sub Filum          : Vertebrata

Kelas                : Reptilia

Sub kelas          : Anapsida

Bangsa/Ordo     : Testudinata

Sub Ordo           : Cryptodira

Suku/Famili        : Cheloniidae

Marga               : Chelonia

Jenis/Spesies     : Chelonia mydas Linnaeus 1758.

 

Deskripsi

Chelonia mydas Linn merupakan nama ilmiah yg paling umum dipergunakan bagi penyu hijau. Salah satu anonimnya adalah Testudo mydas linnaeus, dan dalam dunia internasional spesies ini lebih dikenal sebagai green turtle berdasarkan warna lemak pada jaringan tubuhnya (Hirth, 1971) dalam Prihanta (2007). Penyu hijau memiliki ciri-ciri karapas berbentuk oval dengan 5 buah neural, 4 buah coastal, 10 buah marginal dan bentuk karapasnya tidak meruncing di punggung serta memiliki kepala yang bundar. Memiliki sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang, kuku pada kaki depannya hanya satu, warna karapasnya coklat atau kehitam-hitaman. Warna karapas pada bagian dorsal tukik penyu hijau berwarna hitam, pada saat remaja warnanya menjadi coklat dengan radiating streak (bercak kekuningan yg menyebar) dan warnanya. Warna pada bagian centralnya (plastron) pada tukik adalah putih dan menjadi kekuningan pada saat dewasa. Morfologi diagnostik yang membedakan Penyu hijau dengan penyu jenis lainnya adalah terdapatnya sepasang sisik prefrontal dan empat buah sisik postorbital pada area kepalanya (Adnyana dkk., 2003). Ukuran panjang penyu hijau antara 80-150 cm dengan berat dapat mencapai 132 kg (Safrizal 2009). Adapun yang mengatakan bahwa penyu hijau memiliki panjang lebih dari 0,9 m sampai 1,5 m dengan berat mencapai 391,95 kg,  dan memiliki cakar yg tajam pada kaki depannya (Prihanta, 2007). Pada masing-masing flipper penyu terdapat satu kuku dan flipper bagian depan lebih panjang dari pada bagian belakang (Pritchard dan Mortimer, 1999).  

 

 

Ekologi dan habitat

Penyu hijau sangat jarang ditemui di perairan beriklim sedang, tapi sangat banyak tersebar di wilayah tropis dekat dengan pesisir benua dan sekitar kepulauan.

 

Perkembangbiakan

Usia untuk kematangan seksualnya tidak pasti; Sampai saat ini diperkirakan 45-50 tahun. Penyu hijau betina bermigrasi dalam wilayah yang luas, antara kawasan mencari makan dan bertelur, tetapi cenderung untuk mengikuti garis pantai dibandingkan menyeberangi lautan terbuka.

 

Makanan

Penyu hijau dewasa serupakan penyu laut herbivora. Makanan utama mereka dalah lamun laut atau alga, yang hidup di perairan tropis da subtropik. Tetapi anak-anaknya diasumsikan omnivore untuk mempercepat pertumbuhan tubuh mereka. Kemungkinan besar terjadi transisi bertahap saat penyu mencapai besar yang cukup untuk dapat menghindari predatornya.

 

Populasi dan Distribusi

Di kawasan pesisir Afrika, India, dan Asia Tenggara, serta sepanjang garis pantai pesisir Australia dan Kepulauan Pasifik Selatan terdapat sejumlah kawasan peneluran dan kawasan pencarian makan penting bagi penyu hijau. Mereka juga dapat ditemukan di Mediterania dan terkadang di kawasan utara hingga perairan pesisir Inggris.

 

Ancaman

Hilang dan rusaknya habitat

Pembangunan yang tidak terkendali menyebabkan rusaknya pantai-pantai yang penting bagi penyu hijau untuk bertelur. Demikian juga habitat tempat penyu hijau mencari makan seperti terumbu karang dan hamparan lamun laut terus mengalami kerusakan akibat sedimentasi atau pun pengrusakan oleh manusia.

Pengambilan secara langsung

Para peneliti memperkirakan setiap tahun sekitar 30.000 penyu hijau ditangkap di Baja, California dan lebih dari 50.000 penyu laut dibunuh di kawasan Asia Tenggara (khususnya di Bali, Indonesia) dan di Pasifik Selatan. Di banyak negara, anak-anak penyu laut ditangkap, diawetkan dan dijual sebagai cendera mata kepada wisatawan.

Pengambilan secara tidak langsung

Setiap tahun, ribuan penyu hijau terperangkap dalam jaring penangkap. Penyu laut merupakan reptile dan mereka bernafas dengan paru-paru, sehingga saat mereka gagal untuk mencapai permukaan laut mereka mati karena tenggelam.

 

Penyakit

Di sejumlah pulau di Kepulauan Hawai, hampir 70% dari penyu hijau yang terdampar terkena fibropapillomas, yaitu penyakit tumor yang dapat membunuh penyu laut. Sampai saat ini, penyebab tumor belum diketahui.

 

Pemangsa Alami

Penyu laut dapat mengeluarkan lebih dari 150 telur per sarang dan bertelur beberapa kali selama musimnya, agar semakin banyak penyu yang berhasil mencapai tingkat dewasa. Keseimbangan antara penyu laut dan pemangsanya dapat menjadi lawan bagi keberlanjutan hidup penyu saat pemangsa baru diintroduksi atau jika pemangsa alami tiba-tiba meningkat sebagai hasil dari kegiatan manusia. Seperti yang terjadi di pantai peneluran di Guianas, kini anjing menjadi ancaman utama bagi telur dan penetasan.

 

#penyu #penyuhijau #Cheloniamydas #Testudomydas  #sukamade #turtlerefuge #tripto #Banyuwangi #Tamannasional  #Merubetiri #jlh#jinggalangithijau

 

Sumber acuan:

DEWA AYU PUTU ARIE SERATHAN SUPARTHA, dkk. 2013. Struktur Genetik Penyu Hijau Di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, Dengan Marker Molekul D-Loop Dna Mitokondria Indonesia Medicus Veterinus 2013 2(3) : 347 – 359 ISSN : 2301-7848 347 http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/22032 http://www.wwf.or.id/program/spesies/seaturtle_green.cfm  

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *