Paku Sarang Burung

Article
Paku Sarang Burung
Flora
26974
20 June 2016
Author
Dian Rizkiaditama
2
posting

Spesies Asplenium nidus

Klasifikasi      :

Kingdom          : Plantae

Divisi               : Pteridophyta

Class               : Polipodiopsida

Ordo                : Polypodiales

Family              : Aspleniaceae

Genus              : Asplenium

Spesies            : A. Nidus (Tjitrosoepomo, 2008).  

Deksripsi Khusus

     Asplenium nidus telah umum dikenal dengan nama pakis sarang burung. Habitat Asplenium nidus berada pada teresterial dan epifit pada pohon, ditemukan pada ketinggian 1.100 m dpl sampai dengan ketinggian 1.500 m dpl. Mempunyai ukuran yang bervariasi, yang kecil berukuran panjang sekitar 7 cm, dengan lebar 3 cm. Sedangkan yang besar panjangnya dapat mencapai 120-150 cm, dengan lebar 26-30 cm. Daun tunggal, panjang daun antara 15-1,2 cm, dan lebar 5-15 cm. Tepi daun rata dengan permukaan berombak, warna daun bagian bawah hijau pucat, tangkai daun sangat pendek hampir tidak kelihatan, dan berwarna coklat kehitaman, sorus terletak dipertulangan rusuk daun bagian bawah dan menempati dari 3/4 panjang daun, sorus basal 2/3 dari lebar daun warna coklat tua, dan tersusun menyirip. Terdapat pelindung berupa indusium yang sedikit lebar melindungi sorus pada A. nidus. Tertancapnya daun yang melingkar pada batang jika dilihat dari samping tampak seperti sarang burung. Akar rimpang kokoh, tegak, bagian ujung mendukung daun-daun yang tersusun roset, di bagian bawahnya terdapat kumpulan akar yang besar dan rambut berwarna coklat (Holttum, 1968).

      Asplenium nidus berasal dari Malaya. Kini tersebar luar di seluruh daerah tropika terutama di Timur-Selatan, Asia, dan Malaysia. Uraian tersebut sebagian besar didasarkan pada tanaman hidup di taman botani Singapore. Paku ini tumbuh menumpang pada batang-batang pohon yang tinggi dan dijadikan tanaman hias di pot. Pekarangan yang luas dapat juga ditanami paku jenis ini dengan jalan meninggikan bagian tanah yang akan ditanaminya, karena paku jenis ini tidak tahan terhadap genangan air tetapi menyukai daerah yang lembab dan tidak terhadap sinar matahari langsung (Holttum, 1968).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *