Paku Pohon/Paku Tiang

Artikel
Paku Pohon/Paku Tiang
Flora
28685
29 Juni 2015
Penulis
Agus Sumardika
111
posting

Paku pohon/Paku tiang (Cyathea contaminans) merupakan anggota suku Cyatheaceae. Dikenal dengan nama paku pohon karena bentuk perawakannya yang mirip pohon. Mempunyai beberapa sinonim antara lain  Polypodium contaminans, Alsophila glauca , Alsophila contaminans , Alsophila acuta, Alsophila smithiana, dan Alsophila clementis. Tumbuhan jenis ini merupakan tumbuhan paku yang berbentuk pak uyang berbentuk pohon. Bentuknya khusus, hampir menyerupai pohon kelapa sehingga mudah dibedakan dengan jenis paku yang lainnya. Di alam tumbuhnya tidak meneyendiri, melainkan bercampur dengan jenis-jenis lain. Kadang-kadang berkelompok dan banyak dijumpai pada lereng-lereng pegunungan baik yang terbuka maupun tempat-tempat yang terlindung.

Jenis ini merupakan tumbuhan paku paling banyak kedua setelah  Asplenium  nidus yang ditemukan. Jenis ini tumbuh tersebar di seluruh kawasan yang diamati mulai. dan biasanya terdapat di hutan yang telah  dibuka dan di tempat-tempat yang terbuka, khususnya di dekat sungai. Jenis ini ditemukan pada ketinggian 200-1.600 m dpl. Daerah penyebarannya di seluruh kawasan Malaysia , Indonesia dan di Semenanjung India.

Gambar. Paku pohon/Paku tiang (Cyathea contaminans) (http://biologistfidzz.blogspot.com)

Tumbuhan ini mempunyai banyak manfaat. Batangnya banyak digunakan untuk bahan patung, tiang-tiang dekorasi rumah mewah atau hotel-hotel, vas bunga, maupun sebagai media tanam anggrek, jenis-jenis  Anthurium, Piper, Platycerium, Adiantum dan jenis-jenis tumbuhan paku lain. Daun yang masih menggulung digunakan sebagai bahan sayur. Bulu-bulu halus digunakan untuk ramuan obat rebus. Jenis ini telah masuk dalam daftar lampiran II CITES, namun belum termasuk dalam daftar tumbuhan yang dilindungi oleh undang-undang.

Paku pohon/Paku tiang telah dibudidayakan sebagai tanaman hias. Batangnya sering dipakai sebagai tempat untuk menempelkan tanaman anggrek. Kadang-kadang dicincang halus untuk medium di pot. Batangnya yang besar mulai disukai untuk tiang-tiang dekorasi di rumah-rumah mewah atau hotel-hotel di kota-kota besar. Di beberapa daerah di Jawa pernah dilaporkan bahwa bulu-bulu halus yang terdapat pada pangkal tangkainya dapat dipakai sebagai ramuan obat rebus. Tidak hanya itu paku ini mempunyai batang yang kuat, maka sering digunakan sebagai bahan bagunan, digunakan dalam upacara adat Hindu dan Digunakan sebagai bahan bakar.

Klasifikasi ilmiah

Kingdom  : Plantae

Divisi       : Pteridophyta

Class       : Leptosporongiopsida

Ordo        : Filicales

Famili       : Cyatheaceae

Genus      : Cyathea

Spesies     : Cyathea contaminans

 

Source : http://biologistfidzz.blogspot.com/2012/06/tumbuhan-    paku.html

https://zaifbio.wordpress.com/2015/02/12/tumbuhan-paku-pakis/

 

 

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *