Mengenal Salvinia Molesta

Article
Mengenal Salvinia Molesta
474
20 September 2021
UNMUL/MAPFLOFA
Author
gresyamunda
15
posting

Salvinia molesta yang dikenal juga dengan nama kiamang yaitu tanaman yang mengapung. Tanaman ini sering dijumpai hidup berdampingan dengan eceng gondok dirawa, danau ataupun di sungai. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli Brasil bagian Tenggara dan Argentina bagian utara. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli Brasil bagian Tenggara dan Argentina bagian utara.

Tumbuhan pakis air ini saat dewasa menghasilkan kantung spora berbentuk telur yang mengandung spora tidak subur. Meski tidak memiliki akar sejati namun daunnya yang terendam berfungsi sebagai akar. Daunnya ada tiga gelungan (dua mengambang dan satu terendam). Daun mengambang posisinya berlawanan satu sama lain dengan bentuk bulat sampai lonjong. Di permukaan atas daun-daun tersebut memiliki barisan papila silindris. Struktur seperti sangkar di ujung rambut merupakan perangkap udara yang efektif yang memberi daya apung di air. Papila di ujung rambut dan permukaan bagian atas tanaman merupakan penolak air, sedangkan yang ada di permukaan bawah daun menarik air.

Salvinia molesta bisa membentuk lapisan vegetasi padat yang mengurangi aliran air dan menurunkan kadar cahaya dan oksigen di dalam air. Lingkungan gelap yang stagnan ini berdampak negatif pada keanekaragaman hayati dan kelimpahan spesies air tawar, termasuk ikan dan tanaman air yang mudah tenggelam. Invasi Salvinia molesta dapat mengubah ekosistem lahan basah dan menyebabkan hilangnya habitat lahan basah. Salvinia molesta lebih memilih daerah beriklim tropis, sub tropis atau daerah beriklim hangat di dunia dan tumbuh paling baik di badan air yang tenang atau bergerak lambat termasuk selokan, kolam, danau, sungai dan kanal yang lamban. Pada air tenang tersebut salvinia membentuk lapisan mengambang yang stabil. Invasi Salvinia juga menimbulkan ancaman serius terhadap kegiatan sosial ekonomi yang bergantung pada badan air yang terbuka, mengalir dan atau bermutu tinggi, termasuk pembangkit listrik tenaga air, dan menjadi penghalang bagi masyarakat yang akan melintas dengan menggunakan alat tranpostasi air  dikarenakan tumbuhan ini bisa menutup akses ke daerah yang akan ditujuh.

Sumber: https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/viewFile/29167/28101

https://bromotenggersemeru.org/article/mengenal-salvinia-molesta

foto diambil di danau akses jalan ke desa Muara Enggelam. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *