Kayu Api-api Sebagai Potensi Bahan Pangan Dan Obat-obatan

Artikel
Kayu Api-api Sebagai Potensi Bahan Pangan Dan Obat-obatan
Flora
20039
21 Juni 2015
Yayasan Kanopi Indonesia
Penulis
Arif Rudiyanto
50
posting

Api-Api | Avicennia spp.

       Selain menjadi negara dengan pulau terbanyak, Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang nomor dua di dunia (setelah Kanada), dengan panjang 99.093 kilometer, telah bertambah dari sebelumnya sekitar 91.000 kilometer, dengan garis pantai yang panjang tersebut hampir semua pesisir kepulauan indonesia memiliki ekosistem hutan mangrove. Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa spesies pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang-surut pantai berlumpur. Komunitas vegetasi ini umumnya tumbuh pada daerah intertidal dan supratidal yang cukup mendapat aliran air, dan terlindung dari gelombang besar dan arus pasang-surut yang kuat. Karena itu hutan mangrove banyak ditemukan di pantai-pantai teluk yang dangkal, estuaria, delta dan daerah pantai yang terlindung.

     Kayu Api-api atau Avicennia spp. masuk kedalam suku Acanthaceae merupakan salah satu jenis tumbuhan yang menyusun ekosistem mangrove.  Tanamani ini memiliki perawakan pohon antara 12- 25 meter. Daun tunggal, berseling dengan bentuk menjorong. Perbungaan muncul di ujung ranting atau ketiak daun, dan masa berbunga sepanjang tahun. Kayu Api-api memiliki beberapa ciri yang merupakan bagian dari adaptasi pada lingkungan berlumpur dan bergaram. Di antaranya:

  1. Akar napas yang menyerupai paku yang panjang dan rapat, muncul ke atas lumpur di sekeliling   pangkal batangnya.
  2. Daun-daun dengan kelenjar garam di permukaan bawahnya. Daun api-api berwarna putih di sisi   bawahnya, dilapisi kristal garam Ini adalah kelebihan garam yang dibuang oleh tumbuhan tersebut.
  3. Biji api-api berkecambah tatkala buahnya belum gugur, masih melekat di rantingnya. Dengan   demikian biji ini dapat segera tumbuh sebegitu terjatuh atau tersangkut di lumpur.

   

Nama lain api-api di pelbagai daerah di Indonesia di antaranya adalah mangi-mangisia-siaboakkoakmarahupejapipapinyapidan lain-lain.

 

Gambar 1. Perawakan Kayu Api-api (Avicennia spp.)

 

 

Gambar 2. Akar nafas yang merupakan bentuk adaptasi morfologi yang menyerupai paku

 

 

Gambar 3. Perbungaan dan bakal buah tumbuhan Avicennia spp.

 

 

Gambar 4. Buah dan Daun tumbuhan Avicennia spp.

 

Gambar 5. Seedling Avicennia spp. yang terdampar di tepi tambak

 

         Ekosistem Hutan Mangrove memiliki banyak manfaat, dari segi Ekologi akan mengurangi dampak Abrasi pesisir, mengurangi angin yang bertiup dari laut dan menjadi benteng pertaman kita mungkin akan terjadi bencana Tsunami. Manfaat ekonomi yang sering diambil bagian batang dari Avicennia spp. sebagai bahan pembuatan arang atau untuk bahan bangunan, namun manfaat ekonomi yang demikian merusak dari ekosistem hutan mangrove seperti yang banyak terjadi di pesisir utara jawa, palembang, kalimantan, sulawesi, papua. Untuk mendapatkan manfaat ekonomi tidak harus dengan menebang, tetapi dengan menjaga dan merawat kita akan dapat manfaat ekonomi seperti buah dari api-api ini dijadikan tepung sebagai bahan makanan, sebagai bahan pewarna batik untuk jenis Rhizophora spp. dan yang paling terkini yaitu eduwisata atau eduekowisata susur ekosistem hutan mangrove yang saat ini mulai menggeliat di beberapa daerah. Pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan mangrove (terutama jenis pohon dari marga Rhizophora, Bruguiera, Avicennia dan Sonneratia) secara tradisional oleh masyarakat pesisir di Indonesia telah lama berlangsung sejak beberapa abad yang lalu.  masyarakat pesisir di Indonesia sudah sejak lama memanfaatkannya secara tradisional untuk memenuhi kebutuhan pangan dan obat-obatan.

 

Berikut adalah beberapa makanan dengan bahan dasar buah api-api (Avicennia spp.).

 

 

       Dari hasil penelitian mengenai tumbuhan Avicennia spp. oleh Cecep, K. et al. (2009) menunjukkan Kandungan vitamin B pada daun sebesar 2,64 mg/100g bahan dan kandungan vitamin C nya sebesar 15,32 mg/100 g bahan.  Komposisi hasil analisa dari bagian tanaman mangrove api-api menunjukkan bahwa bagian biji tanaman banyak mengandung protein sebanyak 10.8% dan karbohidrat sebanyak 21.4%, sehingga biji tanaman tersebut dapat dijadikan altematif sebagai bahan pangan. Di lain pihak, karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh. Dengan sedikitnya kandungan lemak pada biji, maka keeil kemungkinan untuk mendapatkan kandungan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K). Sebaliknya kandungan air yang tinggi pada biji api-api memungkinkan untuk mendapatkan kandungan vitamin larut air (B dan C) lebih besar. Hasil uji terhadap Kadar vitamin B dan C pada biji Avicennia marina menunjukkan hasil yang lebih tinggi, yaitu sebagai berikut : Kandungan vitamin B pada biji sebesar 3,74 mg/100g bahan dan kandungan vitamin C nya sebesar 22,24 mg/100 g bahan. Kandungan kedua vitamin ini menunjukkan bahwa biji sebagai bahan pangan temyata juga dapat memenuhi kebutuhan sebagian vitamin B dan C yang diperlukan oleh tubuh.

 

 

Sumber :

http://elib.pdii.lipi.go.id/katalog/index.php/searchkatalog/byId/257439

http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/61383

 

 

0
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *