Beberetean | Rubus fraxinifolius Poir.,

Article
Beberetean | Rubus fraxinifolius Poir.,
Flora
2140
29 June 2015
Yayasan Kanopi Indonesia
Author
Arif Rudiyanto
50
posting

Beberetean | Rubus fraxinifolius Poir.,

 

 

Beberetan atau Rubus fraxinifolius, terdapat di seluruh Indonesia, kecuali Sumatera. Perdu tegak, kadang bersandar pada tumbuhan lain, tinggi sampai 3 m. Batang halus, berduri jarang, panjang duri sampai 6 mm. Daun menyirip, panjang sampai 27 cm, terdiri atas 4 (atau 5) pasang anak daun, tangkai 2-6 cm. Stipula memanjang, 5-13 mm x 0,5-1 (-2) mm, datar atau bergerigi jarang. Helai daun lonjong memanjang, 2-9 (-12) cm x 1-4 (-6) cm, dasar membulat atau menyerupai bentuk jantung, ujung berbentuk meruncing dengan ujung memanjang, helai daun menyerupai kertas, tulang daun 7-10 sampai 15-19 pasang, permukaan berbulu jarang terutama dekat tulang daun. Perbungaan menggerombol besar, panjang san lebar sampai 20 cm, dengan cabang sampai 7 cabang, setiap cabang merupakan chyme atau thyrsoid, jumlah total bunga mencapai 60 per rangkai. Seludang berbentuk lanset terbagi 3, panjang sampai 1 cm. Tangkai bungan mencapai panjang 5 cm, halus, kadang berduri kecil. Bunga berdiameter 5-6 mm, bagian luar tidak berduri. Kelopak berbetuk segitiga, 7-13 mm x 3-6 mm, termasuk acumen dengan panjang 2-5 mm, tepi lurus, permukaan luar halus tetapi seperti wol pada bagian tepi yang tertutup. Mahkota berbentuk orbikular sampai eliptik atau obovate, 7-12 mm x 5-9 mm, luruh cepat, berpermukaan halus, putih bersemu hijau. Benang sari berjumlah lebih dari 100, tangkai sari 3 mm, kepala sari 1 mm. Putik mencapai jumlah lebih dari 300, ovarium halus, bagian dasar memanjang dan berambut, bagian atas halus, kepala putik 1,5 mm. Buah gabungan berbentuk lonjong meruncing, 2,5 cm x 1,5 cm, buah tunggal 1,5 mm x 0,8 mm (kering), mesokarp berupa lapis tipis ketika kering.

Beberetan atau Rubus fraxinifolius, dikenal dengan nama lokal beberetean (Sunda), kecalingan (Jawa), dan jalanggara (Maluku). Buah dimakan, dapat dimakan mentah atau ditambahkan ke dalam salad, juga cocok untuk dibuat selai.

 

Sumber :

  • http://biosains.mipa.uns.ac.id/B/B0102/B010206.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *