Petualangan Biodiversity Warriors di Taman Nasional Way Kambas

Petualangan Biodiversity Warriors di Taman Nasional Way Kambas
57
14 Agustus 2020
Taman Nasional Way Kambas

Gerakan anak muda bentukan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) yang bernama biodiversity warriors mulai  Jumat  18  September 2015 memulai  perjalananannya  ke  Pulau  Sumatra selama  empat  hari. Biodiversity Warriors adalah gerakan generasi muda yang diinisiasi oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) untuk memopulerkan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia melalui dunia maya. Para  anak  muda  dari  seluruh  Indonesia  bisa  bergabung  lewat  laman  resmi  dengan  alamat www.biodiversitywarriors.kehati.or.id .

 

Sejak diluncurkan pada awal 2014 lalu, saat ini sudah tercatat seribu anggota tergabung menjadi pejuang keanekaragaman hayati ini. Tapi, apalah  arti  angka  tanpa  kegiatan  nyata.  Untuk  mengaktifkan  para  anggotanya,  KEHATI membuat beberapa program agar para warriors ini bisa menjadi agen pengubahan di bidang lingkungan. KEHATI menawarkan program mulai dari proyek hibah kecil, pengunggahan katalog hingga petualangan ke mitra KEHATI di seluruh pelosok Indonesia.

 

Sebanyak 10 anak muda akan menempuh jalur darat selama delapan jam menuju ke Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Mereka  bertugas  untuk mengungkap potensi ekowisata di desa Labuhan Ratu 9, Lampung Timur, Lampung. Desa yang berdekatan dengan Taman Nasional Way Kambas ini sedang  berkembang menjadi daerah wisata alam berbasis desa melalui  pendampingan  Yayasan  Pendidikan Konservasi  Alam  (YAPEKA), mitra  program  KEHATI,  Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera.

 

Petualangan di pulau Sumatra merupakan bentuk penghargaan KEHATI terhadap para anak muda yang paling aktif menulis di laman biodiversitywarriors.kehati.or.id. Mereka ditantang untuk menulis atau mengirimkan foto dan video tentang keanekaragaman hayati di sekitar mereka. Informasi yang diberikan dapat berupa keunikan ataupun kegunaannya. Diantara mereka, dipilih 10 warriors yang paling aktif berbagi informasi dan telah mengumpulkan  1.000  poin. Setiap tahun, KEHATI mengajak  sepuluh  warriors  dengan  poin  tertinggi  untuk berkunjung ke  lokasi  mitra  KEHATI.  Tahun  lalu, mereka mengungkap  keanekaragaman  hayati  di  hutan purba yang terletak di dasar Gua Jomblang, Yogyakarta.

 

Adapun tahun ini, dipilih Taman Nasional Way Kambas dan desa ekowisata di Labuhan Ratu 9. Kawasan taman nasional ini merupakan hutan konservasi seluas lebih dari 125.000 hektar. Di dalamnya, terdiri dari spektrum ekosistem yang besar, mulai dari hutan mangrove, rawa, dataran rendah, hingga hutan tanah kering. Tersimpan pula potensi flora dan fauna yaitu Pusat Konservasi Gajah yang menjadi satu-satunya di Sumatera. Di desa Labuhan Ratu 9,YAPEKA berkonsentrasi membangun kekuatan masyarakat dengan mendorong  kontribusi  warga  dalam  menjaga  lingkungan  desa  sekaligus mempertahankan kelestarian taman nasional.

 

Selama berada di Desa Labuhan Ratu 9, para anak muda ini memulai aktivitas dengan mengunjungi Pusat Konservasi  Gajah,  melakukan   pengamatan   satwa   malam,  melihat   budidaya   jambu   kristal,   hingga penjelajahan ke dalam Taman Nasional Way Kambas. Data yang mereka ambil kemudian dirangkum dan dijadikan bahan informasi wisata untuk bekal masyarakat mempromosikan daerahnya. Sebagai  bekal  untuk  promosi ekowsiata, KEHATI  menggelar pelatihan  menulis  dan  fotografi. Pelatihan tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan Biodiversity Warriors agar bisa bercerita dengan lebih populer. Kemampuan  bercerita,  berhubungan  erat dengan  tujuan  gerakan  Biodiversity  Warriors  yaitu mengenalkan   keragaman,   keunikan,   dan   kegunaan   keanekaragaman   hayati   di   Indonesia   kepada masyarakat luas.

 

KEHATI berharap insentif petualangan keliling Indonesia dapat mendorong lebih banyak generasi muda yang   tertarik   dengan   keanekaragaman   hayati .Yang   tujuan   akhrinya akan muncul   semangat Biodiversity Warriors lain di berbagai daerah dengan semangat pelestarian di generasi muda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *